Filosofi Pertai Kotokan
Oleh:
Unknown |
10.40
Manusia macam manapun , baik jelek seperti teman saya , baik budukan seperti sahabat saya dan baik ganteng seperti saya pasti punya cerita yang tidak kalah garing seperti tai kotok yang sekarang ada di depan teras rumah gue (sambil memandang tesktur tai kotok yang lembut hanya dengan sebuah usaha ngahejeun :translate = gue juga gak tau apa bahasa Indonesianya , pokoknya sebuah aktivitas usaha yang elu pernah lakukan untuk mengeluarkan bebenguk tokai di persinggahan segitiga (kancut) merk Indomaret tapi lubangan tai kotok mampu menciptakan kelembutan selembut sutraaaaaaaaa ) ah sudahlah gue tidak akan terlalu lama membahas pertai kotokan disini , tapi guys . filosofi tai kotok meski absurdum ini memiliki makna yang elu harus tau , jika dilihat dari kacamata ian kasela , usut punya usut tai kotok memiliki tesktur yang luar biasa , lembut , lembek , elegan dengan warna hitam sedikit reinkarnasi jadi warna kuning emas , ini luar biasa guys meskipun bau nya bikin inget MANTAN alias ngeselin zan zan cuk . Sedikti gue bakal ajak imajinasi elu ke pertai kotokan guys , gak usah jiji guys , dalam tipe manapun salah satu tai pasti pernah elu pegang dan yang paling elu sering pegang adalah tai maha karya cipta sendiri hehe . .
jadi gini guys , kadang yang lembut , yang elegan , yang mohek bin bahenol goyang karawang seperti tai kotok jika kita ejawantahkan seperti manusia tidak selamanya bikin nyaman , tidak selamanya bikin awet apalagi kalau gue kaitkan dengan teori pergolakan asmara buta ! so intinya , yang putih , mulus seksay , bohaybinay binal milf 69 hard fuck (astagfirullah efek nyandu narkolema ) ataupun ganteng , cakep , klimis pomade , tidak selawasnya bikin awet atau nyaman guys seperti tai kotok ini . Atau adakah orang yang nyaman dengan tai kotok ? ada ? gue yakin ini orang hidup dalam sebuah tekanan , harusnya patokan kita mencari pasangan hidup itu bukan karena berstandar pada kecantikan kemolekan guys meskipun sah sah saja namun kalau kalian ditengan jalan pantura atau lewat tol cipali merasakan ketidaknyamanan berarti anda dan kamu sudah termakan filosofi pertai kotokan guys hehe
jadi gini guys , kadang yang lembut , yang elegan , yang mohek bin bahenol goyang karawang seperti tai kotok jika kita ejawantahkan seperti manusia tidak selamanya bikin nyaman , tidak selamanya bikin awet apalagi kalau gue kaitkan dengan teori pergolakan asmara buta ! so intinya , yang putih , mulus seksay , bohay

