Besok mata pelajaran , seakan akan kita hidup selamanya

Oleh:   Unknown Unknown   |   04.52
Semilir angin kipas angin berputar mengipasi tubuh ini , potongan roti bantal tlah lahap di musnahkan dan sebotol minuman ichitan hingga  tetes terakhir pun habis  namun tetap saja ide itu , mood itu belum kembali untuk mengerjakan tugas naskah drama . Tarian tangan di atas keyboard gagap tidak seperti biasanya kala tugas meronta ronta untuk dijilati

Bukan pelajaran naskah drama yang membuat hidup ini terasa berat sama sekali bukan , namun pelajaran si dosen itu yang mendoktrin teman teman terbaik ku untuk melupakan teman teman lainnya . Kadang benar , teman gue yang selalu berimajinasi yang kadang kadang membuat gue jiji akan keyakinannya untuk membuat alat menuju masa depan , sekarang gue harus mengakui keberadannya . gue benar benar butuh alat itu .

sebut saja besok adalah mata pelajaran yang seakan akan kita hidup selamanya , yups hidup selamanya . 2 jam setengah kita dituntut untuk tampil sempurna , 2 jam setengah pula kita di tuntut untuk kerja kerja kerja kerja kerja hingga jadi budak perusahaan . mengerikan memang . ohhh benar kata teman hedonisme ku , si dosen itu baik agar kita tidak kesusahan di masa depan , agar kamu bisa kaya , agar kamu bisa hidup dalam keluarga harmonis , agar kamu bisa hidup bahagia di masa tua . Teman hedonisme ku memang baik sekali , dia selalu mengingatkanku kala aku terjatuh dan mengeluh tapi dia tidak akan datang disaat dompetnya bergambarkan pedang patimura .

Benar memang , orangtua kita menyuruh kita kuliah agar kita mampu sukses di masa depan , dosen dosen pun mendoktrin tentang kesuksesan agar kita bisa dibanggakan suatu hari nanti  dan hidup ini adalah kompetisi . Namun seiring rajinnya izin di mata kuliah tertentu gue kadang berpikir , sampai kapan kita akan terus mencari kesuksesan yang identik dengan materi ? sampai kapan kita akan memupuk dan menibun uang itu ? sampai kapan bu dosen ? ohiya . Mungkin syarat masuk surga manusia itu dengan banyaknya uang atau mungkin ibu berpikir tidak ada dimensi waktu kedua kita . mungkin

jadi untuk mata pelajaran besok , gue akan bersikap biasa , gue tidak akan totalitas hingga gue melupakan pentinya prioritas , bagi gue sukses itu tidak terwujud , tapi bisa dirasakan . buruk menjadi baik , hitam menjadi putih , arang menjadi berlian adalah sebuah kesuksesan di dalam diri . maka nasehat gue untuk tuh dosen dan teman hedonisme gue ,
untuk manggapai kuseksesan di masa depan adalah dengan memperbaiki diri , masa depan bukan bicara dimensi waktu sekarang . - salam duper gue mau ngerjain naskah drama , mood gue sudah ada :-p















Tampilkan Komentar